Skip to main content

Xiaomi Resmi Rilis MIUI 12, Apa Saja yang Baru?

Bersamaan dengan peluncuran Mi 10 edisi “Youth”, Xiaomi turut merilis sistem antarmuka (UI) terbaru, MIUI 12.

Seperti namanya, MIUI 12 merupakan penerus dari MIUI 11 yang telah dirilis untuk sejumlah ponsel Xiaomi sejak tahun lalu.

Sebagai penerus, MIUI 12 hadir dengan sejumlah fitur baru dan fokus pada bagian desain.

Salah satunya adalah fitur “Dark Mode 2.0” yang konon mampu menyesuaikan gambar (wallpaper) serta jenis tulisan (font) ponsel dengan lingkungan sekitar pengguna.

Misalnya, apabila fitur tersebut sedang aktif di malam hari, maka wallpaper bakal dikurangi tingkat kecerahannya agar nikmat untuk dipandang.

Begitu pula dengan font yang kontrasnya bakal diatur secara otomatis ketika tampilan serba gelap ini tengah diterapkan.

Terkait wallpaper, MIUI 12 juga memiliki fitur “Super Wallpaper” yang bisa dipakai pengguna untuk menghiasi latar belakang (background) ponsel dengan gambar planet secara tiga dimensi.

Xiaomi juga memoles tampilan ikon serta meningkatkan kualitas animasi di beberapa menu agar berjalan lebih mulus.

Selain desain, Xiaomi juga menyematkan fitur MIUI 12 terbaru bernama “Sensory Visual Design”.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melihat grafik atau diagram yang berkaitan dengan ponsel ketika mereka menelusuri menu pengaturan.

Misalnya, jika membuka menu storage, maka pengguna bakal melihat diagram yang menampilkan detail pemakaian media penyimpanan secara visual.

Begitu pula jika menelusuri menu baterai, about phone, dan lain sebagainya.

Fitur lainnya mencakup “AI Calling” yang bisa menjawab panggilan telepon secara otomatis dengan beragam bahasa.

Ada pula fitur picture-in-picture (PiP) untuk aplikasi, serta fitur privasi yang ditingkatkan untuk memperkuat sistem keamanan ponsel.

Sistem antarmuka terbaru ini rencananya bakal hadir mulai Juni mendatang di negara asalnya melalui pembaruan over-the-air (OTA).

Terlepas dari itu, berikut sejumlah ponsel Xiaomi yang bakal kebagian MIUI 12 mulai Juni mendatang di China dalam beberapa tahap, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmochina, Selasa (28/4/2020).

Kendati demikian, belum dapat dipastikan kapan MIUI 12 ini akan digelontorkan untuk pengguna global.

Tahap 1

– Xiaomi Mi 10
– Xiaomi Mi 10 Pro
– Xiaomi Mi 10 Youth Edition
– Xiaomi Mi 9 Pro 5G
– Xiaomi Mi 9 Explorer Edition
– Xiaomi Mi 9
– Redmi K30 Pro Zoom Edition
– Redmi K30 Pro
– Redmi K30 5G
– Redmi K30
– Redmi K20 Pro Premium Edition
– Redmi K20 Pro
– Redmi K20

Tahap 2

– Xiaomi Mi Mix 3
– Xiaomi Mi Mix 2S
– Xiaomi Mi CC9 Pro
– Xiaomi Mi CC9
– Xiaomi Mi CC9 Meitu Edition
– Xiaomi Mi 9 SE
– Xiaomi Mi 8 Screen Fingerprint Edition
– Xiaomi Mi 8 Explorer Edition
– Xiaomi Mi 8
– Redmi Note 8 Pro
– Redmi Note 7 Pro
– Redmi Note 7

Tahap 3

– Xiaomi Mi CC9e
– Xiaomi Mi Note 3
– Xiaomi Mi Max 3
– Xiaomi Mi 8 Youth Edition
– Xiaomi Mi 8 SE
– Xiaomi Mi Mix 2
– Xiaomi Mi 6X
– Redmi Note 8
– Redmi 8
– Redmi 8A
– Redmi 7
– Redmi 7A
– Redmi 6 Pro
– Redmi 6
– Redmi 6A
– Redmi Note 5
– Redmi S2

Cara Mengatasi Disk Usage 100%

Baru-baru ini, ada seseorang menanyakan ke salah satu forum, bahwa Laptopnya yang bersistem operasi Windows 10, mengalami masalah Disk usage 100%.

Dan hal tersebut terus terjadi bahkan ketika Laptop baru dinyalakan.

Kemudian, ketika saya cek ternyata tidak sedikit orang-orang yang juga mengalami masalah ini. Tidak hanya laptop, bahkan termasuk juga pengguna PC.

Lalu apa sih penyebab dari Disk usage 100% ini? Dan apa efeknya?

Penyebab Disk Usage 100% di Windows

Penyebab Disk usage 100% ini bermacam-macam. Mulai dari virus, kerusakan hardware sampai beberapa sumber bilang ini ada bug dari sistemnya.

Dan buat yang belum tahu, Disk usage adalah sebuah alat untuk memantau kinerja storage (SSD / Harddisk), dimana kalau mencapai 100%, itu artinya storage sedang bekerja full.

Karena sedang bekerja full, efeknya jadi jelas : Komputer akan jadi lemot bahkan bisa hang.

Cara Mengatasi Disk Usage 100% di Windows

Nah, berikut ini saya ingin sedikit membahas cara mengatasi Disk usage 100% untuk Anda yang barangkali sedang mengalaminya. Semoga efektif :

 1. Scan Menggunakan Antivirus

Virus adalah salah satu penyebab umum dari disk usage yang selalu 100%. Virus ini biasanya bekerja secara diam-diam di latar belakang, dan membuat komputer jadi bekerja keras padahal kita tidak membuka apa-apa.

Cara mengatasinya silakan pakai Windows defender, kemudian lakukan scanning jika memang diperlukan.

2. Optimasi Startup

Saat Windows baru dinyalakan, sistem akan membaca terlebih dahulu, aplikasi-aplikasi yang berjalan saat startup.  Masalah disk usage ini bisa muncul ketika harddisk Anda lelet, namun aplikasi yang berjalan di startup terlalu banyak.

Cara Mengatasinya :

  1. Buka Task Manager (Ctrl + ALT + Del)
  2. Masuk ke Tab Startup
  3. Kemudian disable aplikasi yang tidak diperlukan.

3. Matikan Fungsi  Windows Update

Secara default, Windows update akan selalu menyala di Windows 10. Nah, beberapa sumber mengatakan bahwa Windows update dalam beberapa situasi bisa membuat storage jadi berjalan lebih keras.

Perlu diingat juga, kalau sumbernya ternyata bukan dari Windows update, lebih baik nyalakan kembali Windows updatenya.

Tujuannya supaya Windows 10 Anda bisa selalu terjaga kinerjanya dengan update-update terbaru dari Microsoft.

4. Matikan Fungsi Windows Search

Windows Search, berfungsi untuk mencari file-file yang ada di Komputer dengan lebih cepat. Namun jika Anda tidak pernah memakainya, Anda bisa mencoba untuk mendisable fungsi ini.

Nah, tapi tenang, melakukan disable bukan berarti menghilangkan fungsi dari Windows search.

Anda masih bisa mencari file yang Anda inginkan melalui Windows search, namun proses pencarian yang diperlukan akan memakan waktu lebih lama.

Caranya :

  • Buka Run. Caranya klik Logo Windows + R kemudian ketik services.msc
  • Cari Windows Search, kemudian klik kanan lalu klik Properties.
  • Ubah opsi startup type menjadi disabled. Klik Apply kemudian klik OK.

Setelah itu restart komputer Anda.

Cara ini adalah cara disable secara permanen.

Tapi jika Anda ingin mengembalikannya, cukup ulangi langkah yang sama, dan pada startup type tinggal diganti ke automatic.